You’re a good soldier Choosing your battles
Pick yourself up And dust yourself off
Get back in the saddle
You’re on the front line
Everyone’s watching You know it’s serious
We’re getting closer This isn’t over
The pressure’s on; you feel it But you got it all; believe it
When you fall, get up, oh oh And if you fall, get up, eh eh
Tsamina mina zangalewa Cause this is Africa
Tsamina mina eh eh Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa This time for Africa
Listen to your god; this is our motto Your time to shine
Don’t wait in line Y vamos por todo
People are raising their expectations Go on and feel it
This is your moment No hesitation
Today’s your day I feel it
You paved the way, Believe it
If you get down Get up oh, oh
When you get down, Get up eh, eh
Tsamina mina zangalewa This time for Africa
Tsamina mina eh eh Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa Anawa aa
Tsamina mina eh eh Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa
Saturday, July 10, 2010
Monday, June 21, 2010
privacy is privacy
negara ini memang lucu. katanya harus menghargai kebebasan manusia, tapi tak bisa mengatur kebebasan itu. yang namanya privasi, jadi guyonan.
semua bilang menghargai privasi, tapi saat mengejar berita, tak main-main privasi ini dilanggar.
pernah lihat lebah marah yang merubung? belum? nyalakan saja tv dan lihat mereka merubung mobil narasumber. terkepung sangat.
ada yang tertabrak? wah, itu akibatnya melanggar privasi. pasti jadi senggol bacok dalam keadaan seramai itu. narasumber sperti dijebloskan dalam lubang dan ditutup aksesnya. sebal sekali juga melihat ada yang membuka tirai agar kameranya masuk. apa itu?
my guilty pleasure is watching E! dan nonton acara tentang paparazzi mengejar berita dan mengikuti narasumber. mereka banyak, mereka mendekat, tapi lihat, selalu menjaga jaraknya minimal 1 meter dari si narasumber. itu baru memberi privasi.
makanya, kalau sampai ada yang lapor ke polisi baik si pengejar atau yang dikejar, itu benar2 masalah serius dan ada privasi yang dilanggar. saya gak mau paparkan banyak2, cari tahu saja informasinya, bertebaran di internet kok.
so, please DO respect privacy
semua bilang menghargai privasi, tapi saat mengejar berita, tak main-main privasi ini dilanggar.
pernah lihat lebah marah yang merubung? belum? nyalakan saja tv dan lihat mereka merubung mobil narasumber. terkepung sangat.
ada yang tertabrak? wah, itu akibatnya melanggar privasi. pasti jadi senggol bacok dalam keadaan seramai itu. narasumber sperti dijebloskan dalam lubang dan ditutup aksesnya. sebal sekali juga melihat ada yang membuka tirai agar kameranya masuk. apa itu?
my guilty pleasure is watching E! dan nonton acara tentang paparazzi mengejar berita dan mengikuti narasumber. mereka banyak, mereka mendekat, tapi lihat, selalu menjaga jaraknya minimal 1 meter dari si narasumber. itu baru memberi privasi.
makanya, kalau sampai ada yang lapor ke polisi baik si pengejar atau yang dikejar, itu benar2 masalah serius dan ada privasi yang dilanggar. saya gak mau paparkan banyak2, cari tahu saja informasinya, bertebaran di internet kok.
so, please DO respect privacy
Thursday, June 17, 2010
tak ada hakim di sini.
belakangan ini, rakyat Indonesia digemparkan dengan launching video baru. pemainnya (diduga) tiga artis terkenal di jagat raya Indonesia ini.
Reaksi pertama masyarakat? Heboh, gempar, ingin lihat video.
Reaksi kedua? Gosip beredar, memberi label di jidat mereka
Reaksi ketiga? Mulai menghujat. Terus memberi label pada mereka.
Begini, bukannya tidak sedih melihat hal seperti ini terjadi pada mereka. Ingat, mereka memang artis, tapi tetap manusia (jadi ingat sebuah lagu). Intinya, stop hujat mereka. Memang, perbuatan itu dianggap salah, tapi itu keputusan mereka. Pilihan hidup mereka. Keinginan mereka. Tak sepantasnya kita ikut campur dan mengatur atur apa yang harus dilakukan orang lain.
Sekarang makin banyak orang tampil bicara mengomentari masalah ini. Macam-macam komentar. Tapi paling tak tahan dengar mereka yang berkomentar soal ini dosa, ini tak pantas, sampe ada yang nyuruh sumpah pocong (WTH? Sangat tidak intelek). Hey come on. Kalian juga bukan manusia suci. Kita tak tahu apa yang terjadi di balik muka tivi kalian itu. Jangan-jangan turut menyimpan aib?
Alasan yang paling banyak digunakan: moral. Moral itu apakah hanya sebatas hubungan seksual? Kalian tahu lebih baik. Moral itu lebih daripada melakukan hubungan seks.
Banyak anak2 yang kecewa terhadap tiga artis ini, membakar benda2 keartisan dan demo di sekolahnya. ada juga yang rusuh. Apa ini pantas? Ini hanya mengajarkan bahwa segala sesuatunya dapat diprotes dengan pembakaran, perusakan dan demo. Ada cara intelek loh.
Apakah kelakuan seperti itu yang kalian suka dari anak2? Jadi anarkis? Moral kalian bicarakan?
Alasan lain: dilihat anak-anak. Pertanyaannya: Kenapa bisa sampai dilihat anak-anak? Internet? Tv? Tapi sekarang ini kan sudah jaman kebebasan informasi. Siapa pun punya akses. Bagaimana dengan kontrol akses tersebut? Lalu kalau mereka sudah liat, diberikan pengertian dong. Lebih baik mereka mengerti daripada tahunya hanya setengah-setengah terus nanti nyoba sendiri dan malah terjadi yang aneh2. *amitamit*
Ayolah, seks itu bukan sesuatu yang tabu. Itu bisa diberikan pengertian. Indonesia ini emang aneh, seks itu dianggap penyakit. (Liat aja sex education di Indonesia yang hanya menitikberatkan dampaknya: yaitu penyakit menular seksual, hal lainnya hanya jadi hiasan.)
Lalu lebih jahat lagi adalah pelabelan. Dipermalukan di publik seperti ini sudah seperti hukuman dan neraka buat mereka. Tak perlu lagi dilabeli. Come on guys, think smarter. Tolong disikapi dengan dewasa. Kesal rasanya melihat orang2 yang komentar di TV berbicara seperti orang yang paling suci, paling pintar, paling tahu apa yang harus dilakukan seorang manusia, paling jago (jago apa), paling sempurna di muka bumi. Ihh mati deh.
Sorry guys, but I'm so sick of all your saint acts like u are the purest (scratch human) being of this world.
Hoeeekkk.
Reaksi pertama masyarakat? Heboh, gempar, ingin lihat video.
Reaksi kedua? Gosip beredar, memberi label di jidat mereka
Reaksi ketiga? Mulai menghujat. Terus memberi label pada mereka.
Begini, bukannya tidak sedih melihat hal seperti ini terjadi pada mereka. Ingat, mereka memang artis, tapi tetap manusia (jadi ingat sebuah lagu). Intinya, stop hujat mereka. Memang, perbuatan itu dianggap salah, tapi itu keputusan mereka. Pilihan hidup mereka. Keinginan mereka. Tak sepantasnya kita ikut campur dan mengatur atur apa yang harus dilakukan orang lain.
Sekarang makin banyak orang tampil bicara mengomentari masalah ini. Macam-macam komentar. Tapi paling tak tahan dengar mereka yang berkomentar soal ini dosa, ini tak pantas, sampe ada yang nyuruh sumpah pocong (WTH? Sangat tidak intelek). Hey come on. Kalian juga bukan manusia suci. Kita tak tahu apa yang terjadi di balik muka tivi kalian itu. Jangan-jangan turut menyimpan aib?
Alasan yang paling banyak digunakan: moral. Moral itu apakah hanya sebatas hubungan seksual? Kalian tahu lebih baik. Moral itu lebih daripada melakukan hubungan seks.
Banyak anak2 yang kecewa terhadap tiga artis ini, membakar benda2 keartisan dan demo di sekolahnya. ada juga yang rusuh. Apa ini pantas? Ini hanya mengajarkan bahwa segala sesuatunya dapat diprotes dengan pembakaran, perusakan dan demo. Ada cara intelek loh.
Apakah kelakuan seperti itu yang kalian suka dari anak2? Jadi anarkis? Moral kalian bicarakan?
Alasan lain: dilihat anak-anak. Pertanyaannya: Kenapa bisa sampai dilihat anak-anak? Internet? Tv? Tapi sekarang ini kan sudah jaman kebebasan informasi. Siapa pun punya akses. Bagaimana dengan kontrol akses tersebut? Lalu kalau mereka sudah liat, diberikan pengertian dong. Lebih baik mereka mengerti daripada tahunya hanya setengah-setengah terus nanti nyoba sendiri dan malah terjadi yang aneh2. *amitamit*
Ayolah, seks itu bukan sesuatu yang tabu. Itu bisa diberikan pengertian. Indonesia ini emang aneh, seks itu dianggap penyakit. (Liat aja sex education di Indonesia yang hanya menitikberatkan dampaknya: yaitu penyakit menular seksual, hal lainnya hanya jadi hiasan.)
Lalu lebih jahat lagi adalah pelabelan. Dipermalukan di publik seperti ini sudah seperti hukuman dan neraka buat mereka. Tak perlu lagi dilabeli. Come on guys, think smarter. Tolong disikapi dengan dewasa. Kesal rasanya melihat orang2 yang komentar di TV berbicara seperti orang yang paling suci, paling pintar, paling tahu apa yang harus dilakukan seorang manusia, paling jago (jago apa), paling sempurna di muka bumi. Ihh mati deh.
Sorry guys, but I'm so sick of all your saint acts like u are the purest (scratch human) being of this world.
Hoeeekkk.
Thursday, June 3, 2010
menikah?
Menikah. Banyak perempuan sudah merencanakan pernikahannya sejak belum bertemu sang pangeran. Gaun seperti apa yang akan dipakai, bagaimana rambut dan riasan, dekor seperti apa, mau kue berapa tingkat, sepatu kaca atau sepatu kain, semua sudah dirancang. Memang perempuan seringkali agak gila, tapi memang itu yang terjadi. Dan ketika sudah besar, bertambah lagi daftar di rancangan itu, mengikuti selera. Tapi juga berkurang sedikit, atau disesuaikan sedikit, mengikuti kemampuan kantong. Ketika sudah bertemu sang calon, makinlah terbayang susunan acara, pengisi acara dan lain-lainnya.
Menikah.Ketika sudah besar, perempuan kecil mulai dihadapkan pada kenyataan: susah mencari pasangan yang katanya the one. Ingin yang begini, yang begitu, dia kurang begini, kurang begitu, dia ternyata begini, ternyata begitu. Ada saja masalah yang mungkin mengganggu jalan menuju pelaminan ini.
Tuntutan keluarga untuk segera menikah, seringkali jadi beban tersendiri. Kalau belum punya pacar, pasti muncul pertanyaan, “Kok belum punya pacar?” Yah, memang belum, terus kenapa. “Memangnya gak ada cowok yang mau?” Mau kok, buktinya punya teman cowok banyak. Dan seterusnya. Kalau sudah punya pacar, beban pertanyaannya naik satu level. “Kapan mau diresmikan?” Yah, baru juga pacaran. “Kapan mau nikah?” Wah, belum tahu tuh.
Saya pun mengalami semua hal itu. Seluruh jawaban sepertinya sudah pernah saya keluarkan, sehingga akhirnya hanya bisa mengulas senyum sebagai jawaban. “Pacarnya siapa?” Ada. “Kapan menikah?” *senyum*
Friday, May 14, 2010
Sunday, January 31, 2010
meditasi kata
pernah mencoba?
menulis atau mengucapkan satu kata, lalu seperti mengulang-ulang kata itu,
lalu tiba-tiba ada masa dimana kata itu seperti terlepas dari maknanya.
mungkin hampir mirip seperti sukma yang sesaat terlepas dari raga saat bermeditasi?
suatu arti itu demikian eratnya melekat pada sesuatu sehingga tidak mungkin dipisahkan.
itulah roh dari sesuatu itu. tanpanya, hanya hampa, tanpa arti, tanpa makna.
kata yang terjalin dalam ucapan seseorang mungkin sebenarnya punya makna yang menjadi rohnya.
tapi kadang, roh jalinan kata itu sengaja dilepaskan oleh sang pengucap.
alias omong kosong.
pernah mencoba?
mengucapkan satu kata yang telah teruntai menjadi ucapan, lalu seperti mendengar sendiri kalau ucapan itu kehilangan maknanya?
mungkin hampir seperti.....
tadi.
menulis atau mengucapkan satu kata, lalu seperti mengulang-ulang kata itu,
lalu tiba-tiba ada masa dimana kata itu seperti terlepas dari maknanya.
mungkin hampir mirip seperti sukma yang sesaat terlepas dari raga saat bermeditasi?
suatu arti itu demikian eratnya melekat pada sesuatu sehingga tidak mungkin dipisahkan.
itulah roh dari sesuatu itu. tanpanya, hanya hampa, tanpa arti, tanpa makna.
kata yang terjalin dalam ucapan seseorang mungkin sebenarnya punya makna yang menjadi rohnya.
tapi kadang, roh jalinan kata itu sengaja dilepaskan oleh sang pengucap.
alias omong kosong.
pernah mencoba?
mengucapkan satu kata yang telah teruntai menjadi ucapan, lalu seperti mendengar sendiri kalau ucapan itu kehilangan maknanya?
mungkin hampir seperti.....
tadi.
Tuesday, January 12, 2010
TIDAR - press releases
Press release created for TUNAS INDONESIA RAYA or TIDAR, a youth organization that provides a place for the youth to express their creativity and aspirations toward nation.
I write the press releases for the Pengurus Pusat (Headquarter) and many of its copywriting on the website.
I write the press releases for the Pengurus Pusat (Headquarter) and many of its copywriting on the website.
Please ask for samples.
Monday, December 28, 2009
colorful desert
Look at those color! Very playful despite the very sweet savory taste.I don't know what they are, but basically they made from coconut, coconut milk and rice cake.
This is a common desert for people in Bali, Indonesia. I found this on Pasar Denpasar.
Thursday, August 20, 2009
RAGAM RASA [MENCINTAI] INDONESIA
Banyak orang mulai kuatir dengan merosotnya rasa nasionalisme, terutama di kalangan anak muda. Sebelum rasa kuatir itu mulai berlebih, ada baiknya kita mengetahui sedikit apa itu sebenarnya nasionalisme.
Nasionalisme. KBBI mengartikannya sebagai “Paham [ajaran] untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan”. Arti kedua adalah “Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan”.
Suatu bangsa dibangun dengan kebangsaan dan rasa kebangsaan akan bangsanya. Konsep bangsa berakar dan banyak ditentukan dari suku bangsa. Indonesia memiliki suku bangsa yang amat beragam, dengan masing-masing identitasnya.
Kebangsaan [nationality] dan rasa kebangsaan [nationalism] saling terkait. Nasionalisme bukan hanya prinsip politik, namun lebih merupakan suatu ideologi yang menyelimuti imajinasi kita sebagai warga negara akan negara [nation] yang kita idamkan. Maka, jika imajinasi kita semakin dibuyarkan karena segala hal yang terjadi di negara ini, rasa kebangsaan itu pun dapat menipis.
Dalam kasus Indonesia yang adalah negara majemuk, suku bangsa dan kebangsaan menjadi tombak utama sekaligus bumerang. Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat, namun keragaman itu juga bisa menjadi sumber disintegrasi bangsa. Nasionalisme sebagai prinsip dasar kebangsaan akan menjadi penting ketika kita ingin tak ada perpecahan di antara masyarakat.
Masyarakat membayangkan negara yang memberikan rasa aman, dengan perekonomian yang baik dan kondusif, pemerintahan yang bersih dan bertanggungjawab dan tertata baik, untuk ditinggali. Imajinasi ini ada di setiap benak individu yang tinggal di Kepulauan Indonesia. Namun, banyak hal terjadi di dalam suatu masyarakat yang berkumpul dalam negara. Memudarnya rasa kebangsaan mungkin banyak disulut karena menyaksikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
Contohnya, selama beberapa tahun ini Indonesia memerangi korupsi yang sepertinya sudah mengakar. Anak muda seringkali mendengar keluh kesah para tetua mengenai negara ini saat acara kumpul keluarga, atau di ruang tamu sendiri. Mulai dari korupsi, bom, pemerintah tidak becus, birokrasi carut marut, harusnya Indonesia begini dan begitu. Akhirnya, terbentuklah konsep kontra-imajinasi di kepala anak muda. Apalagi, globalisasi memberikan akses untuk menyaksikan, mendengar, dan mengetahui semua yang terjadi di luar sana, jadi anak muda pun punya perbandingan. Sehingga lambat laun anak muda seperti apatis terhadap situasi negara ini, dan hasilnya adalah [anggapan] memudarnya rasa nasionalisme itu.
Padahal rasa kebangsaan sebenarnya merupakan perasaan cinta pada bangsa yang diselimuti nilai-nilai sentimental dan kadarnya bervariasi pada setiap individu. Meskipun anak muda seringkali apatis terhadap kondisi negara ini, namun mereka memutar otak, mencari cara untuk menunjukkan rasa cinta bangsa dengan cara mereka sendiri. Walau mungkin sering tampak kebarat-baratan, tetapi di tengah arus globalisasi, itu bukan hal yang aneh. Itu namanya fit to survival.
Anak muda justru semakin kreatif dan selalu berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia. Hanya saja, mungkin kurang terpantau sehingga sepertinya tenggelam. Padahal tidak. Ada Tim Olimpiade Fisika Indonesia yang berjaya di berbagai ajang kompetisi internasional. Lalu ada band Superman Is Dead [SID] yang memukau penonton di ajang Vans Warped Tour di Pittsburgh, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Ada juga mereka yang menerabas melalui industri musik dan clothing. Semua masih muda, semua berprestasi, semua bangga mewakili Indonesia.
Kita ini [sebenarnya] cinta Indonesia. Mungkin belum menemukan cara yang tepat untuk menunjukkan kecintaan itu. Padahal mudah saja. Mulai dari memakai produk buatan Indonesia, baik yang menunjukkan ciri khas budaya maupun yang sifatnya netral. Misalnya sepatu Indonesia, tas, batik, kebaya, dan masih banyak lagi budaya kita yang belum tereksplorasi. Beberapa anak muda juga memilih menunjukkan cintanya dengan bergabung di Akademi Kepolisian, menjadi atlet nasional, mengikuti kompetisi di luar negeri, dan lainnya. Banyak cara.
Jadi sebenarnya, rasa nasionalisme itu sudah ada di dalam hati kita semua, dengan kadar yang berbeda pada setiap individu. Sekarang semua itu dikembalikan kepada setiap individu, untuk terus meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa, apapun yang terjadi pada negara ini. Kita tinggal menemukan cara yang dirasa tepat dan cocok dengan diri kita.
Nasionalisme yang diwujudkan dalam bentuk tindakan untuk memelihara dan melestarikan identitas bangsa, menghadapi rintangan untuk memajukan bangsa. Itulah yang harus dilakukan untuk menunjukkan nasionalisme kita, dan jika kita tidak melakukannya, kita akan melupakan kebangsaan tersebut dan perlahan namun pasti nasionalisme akan memudar.
Apa saja yang dapat dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa kita?
1. Be the agent of change. Jadilah agen perubahan. Sedapat mungkin berpartisipasi dalam setiap peristiwa yang memungkinkan terjadinya perubahan. Ingat, sekecil apapun bentuk partisipasimu, jika itu dapat membawa perubahan paling minor sekalipun, kamu telah menjadi agen perubahan.
2. Pakailah produk Indonesia. Hasil budaya Indonesia sangat beragam, sangat banyak jumlahnya. Berbagai produk yang kini tersedia di pasar baru segelintir kekayaan produk Indonesia.
3. Coba melakukan travel dalam negeri. Masih banyak tempat di Indonesia untuk didatangi dan dieksplorasi. Selain biaya lebih murah, kita jadi lebih dapat mengenal Indonesia dan segala isinya.
4. Jika kamu punya usaha atau punya bakat, beranikan diri untuk memasarkannya ke dunia internasional. Cara termudah, ya lewat internet.
5. Mengamalkan sopan santun, budi pekerti dan belajar tanpa henti agar ilmu kita bisa digunakan untuk memberi kontribusi pada negara suatu hari nanti.
6. Apapun. Selama itu mengharumkan nama Indonesia, lakukanlah. Yang penting, bangga menjadi Indonesia.
Dirgahayu Indonesia!
tulisan ini dipublikasikan di http://www.blahbloh.com/?p =blohticle dan http://www.facebook.com/note.php?note_id=133602500344 pada Agustus 2009
Wednesday, August 5, 2009
terbangun untuk merenung
pagi ini aku terbangun. tak bisa tertidur lagi. banyak pikiran lalu lalang, berbagai perasaan berkecamuk dalam hati. pikiran dan perasaan yang datang dari masa lalu, masa lampau, dahulu, tempo dulu. pikiran yang datang dari masa kini, sekarang, saat ini. pikiran yang datang dari rencana masa depan.
hingga akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan.
pertama, setelah berbagai macam cara dilakukan untuk bangun pagi, demi perubahan, ternyata hanya butuh satu hari ultah.
kedua, betapa saya mencintai hidup saya. saya mencintai dan dicintai pria pilihan saya, deeply. saya mencintai dan dicintai keluarga saya, deeply. saya mencintai dan dicintai sahabat-sahabat saya, deeply.
ketiga, saya merasa kurang banyak menghabiskan waktu saya di rumah. padahal saya sangat amat menikmati ada di rumah. maka saya perlu menghabiskan waktu lebih banyak di rumah. optimalisasi kerja dari rumah. beruntung, pekerjaan saya tidak mengharuskan saya berada di kantor sepanjang hari ataupun sepanjang minggu.
keempat, saya perlu melakukan sesuatu yang lebih terhadap hidup saya. Entah apa, tapi perlu.
kelima, saya sedang merencanakan sesuatu. kami berharap, rencana ini dapat berjalan dengan lancar dan baik sesuai rencana.
So God bless us. Berikanlah aku kekuatan untuk menjalankan tahun-tahun kehidupanku, bersama dengan orang-orang yang kukasihi. Berikanlah aku dan mereka kesehatan untuk menjalankannya. Bimbinglah kami dengan roh kudusMu agar kami tidak tersesat dalam jalan kehidupan, pandulah kami dengan kuasaMu.
Amin.
hingga akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan.
pertama, setelah berbagai macam cara dilakukan untuk bangun pagi, demi perubahan, ternyata hanya butuh satu hari ultah.
kedua, betapa saya mencintai hidup saya. saya mencintai dan dicintai pria pilihan saya, deeply. saya mencintai dan dicintai keluarga saya, deeply. saya mencintai dan dicintai sahabat-sahabat saya, deeply.
ketiga, saya merasa kurang banyak menghabiskan waktu saya di rumah. padahal saya sangat amat menikmati ada di rumah. maka saya perlu menghabiskan waktu lebih banyak di rumah. optimalisasi kerja dari rumah. beruntung, pekerjaan saya tidak mengharuskan saya berada di kantor sepanjang hari ataupun sepanjang minggu.
keempat, saya perlu melakukan sesuatu yang lebih terhadap hidup saya. Entah apa, tapi perlu.
kelima, saya sedang merencanakan sesuatu. kami berharap, rencana ini dapat berjalan dengan lancar dan baik sesuai rencana.
So God bless us. Berikanlah aku kekuatan untuk menjalankan tahun-tahun kehidupanku, bersama dengan orang-orang yang kukasihi. Berikanlah aku dan mereka kesehatan untuk menjalankannya. Bimbinglah kami dengan roh kudusMu agar kami tidak tersesat dalam jalan kehidupan, pandulah kami dengan kuasaMu.
Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)






