Monday, January 3, 2011

not living your life isn't the answer. Get good at taking risks. Once they turn into regrets, it's too late.
- Mrs. McCluskey (Desperate Housewives)

Monday, November 22, 2010

perubahan itu tidak mudah

Jadi, ibu ini selama puluhan tahun bekerja di kantor. Kini ia tak lagi bekerja di kantor, dan merasa semangat ingin melakukan sesuatu. Kali ini, pilihannya jatuh ke berdagang, jualan. Produk yang dipilih, makanan.
Pada hari itu, tidak, bahkan satu hari sebelum itu, sudah tampak bahwa dirinya belum siap untuk melakukan jual menjual ini. Semua terlihat dari polah dan bicaranya. Sungguh jelas, bahwa hati dan mentalnya belum (atau tidak) siap untuk perubahan semacam ini.

Ini adalah perubahan besar. Dari yang duduk enak di kantor, dimana yang kerja berat adalah si otak, menjadi kerja keras dengan tenaga dan daya upaya pribadi, di tempat yang selalu berubah suasana, lokasi dan tetamunya.

Dan benar saja, bahwa memang itulah yang dirasakan. Bukan berarti menyerah, hanya tidak ingin turun tangan dengan tenaga seperti itu. Cukup otak saja yang bekerja, mungkin demikian.

Yah, memang itu sudah sangat terbaca. Mendengar kisah orang lain dan merasakan sendiri itu hal adalah dua kutub magnet yang berlawanan. Bagaimana pun, sifat orang berbeda-beda, tipe bekerja juga berbeda-beda. This is just not her type. Marry another job. Hopefully she will find the perfect type of job to marry after the years of work at the office.

Berubah itu bukan hal yg mudah. Untuk berubah adalah perjuangan -Herwindra Aiko Senosoenoto

*sigh*

Gila. Entah kenapa, sudah 3 minggu ini, kepala saya dipasungi sesuatu yang menghentikan aliran inspirasi tulisan untuk dijadikan karya. *sigh* tapi bisa nulis blog ini? Ah, kacau.

Entah kenapa, sudah 3 minggu ini, kepala ini sebenarnya banyak suara dan pemikiran, tapi seperti sulit sekali untuk mengeluarkannya. Come on...

Thursday, November 18, 2010

3 nights and 1 pillow

as you might know, I am now under chiropractic treatment. Dr. Mark saw a subluxation on my spines and my neck. He suggested me to adjust myself to use the pillow again. :D As recommended, I use the foam pillow, you know, the one that follow your shape contour? Yeah, that boxy foamy pillow.

After the first treatment (well, the term should be adjustment) I tried to sleep with my pillow on. Can't do that. Nope. It only lasted for 5 mins (hahaha), then I had a nice sleep with no pillow like I always do. As for the next day, I kept trying to sleep with a pillow. Nope. I believe my subconcious mind disagree to use the pillow, and kicked it out while I asleep.

It happens for 3 nights, I think. I tried to use the pillow but it always gone in the morning. Well I think it was after the third adjustment that I finally could sleep with a pillow without kicking it out. Surprisingly, I feel fine! There was a time when I felt uncomfortable with a pillow on my neck, but I managed to survive the night!

The pillow is still there in the morning, I feel no pain on my shoulder and neck like I used to if I use a pillow. And most importantly I feel fresh every morning. But that cost me a mismatch on my bed arrangement. Hahaha

Wednesday, November 10, 2010

my lumbar experience

Jadi, seorang kawan merekomendasikan untuk pergi ke klinik Chiropractic. You might have heard it, but just dont know what is all about. Same here. The only knowledge I know about chiropractic is that it has something to do with your spines. What I don't know, what is it about the spines?

So I went to this clinic on Pacific Place, meeting Dr. Mark Robson for the very first time. Questions were asked, mostly about places I feel most pain, and my health related problem.Then the doctor explained, that in our lives, we move all over the places every seconds, and the tiniest movement will affect your spines. ( I heard something like this from my dentist, but he explained the movement in our tooth and jaw, so I kinda get the picture here).

And all the movement sometimes (most of the time) cause subluxation. Subluxation is when your spines stuck or jammed which blocking the communication flow from our neural headquarter to every parts in our body. So, it depends on the position of the subluxation, to cause you different kind of health problem, and I mean anything. From the most commonly to relate to chiropractic, back pain, to headache, digestion problem, cramps, menstrual cramps, allergies, anything. I think you need to look at the diagram to find out all. Hahaha

For my case, there is a subluxation on my neck, which is leading to early degeneration! huaaaaa *tears in my eyes* And the shape of it, slightly backwards than what it should be.
Do you see the red line? That marks the normal position. This what cause me my headaches, my back pain and my hmmph depression. Haahaha.

Years ago, the subluxation in my neck caused me feeling some pain every time I woke up, and me, cleverly remove the pillow and found that it was the source of my pain. Which I find out now, that sleeping with no pillow on just make the degeneration worse than it should be. Because our neck has no support while sleeping.

Well, I signed on the program, so we will see how things work with me and the chiropractic treatment.
He said I am gonna be unbalanced for a while..hahaha *knife on my hand*

Tuesday, September 21, 2010

tv shows di Indonesia

Selama 5 hari masuk Rumah Sakit gara-gara virus dengue, tak ada lagi tontonan selain saluran televisi lokal. Oh, sungguh aku gemas melihat program acara yang ada. Aside from its many sinetrons and infotainment shows, what I like to comment is another television shows.

Pertama, kenapa narasi di serial televisi kita sangat tidak kaya. Cetek. Dangkal. Apa yang dibicarakan tidak berisi informasi yang berarti. Pluuuss, cara berbicara para host kenapa tidak ada yang bisa biasa saja, selalu yang over. You know, like "hmmm enak banget!" Atau "waah, tempatnya bagus sekali!" *dengan nada baca anak sd*

Soal isi narasi, contohnya begini. Si host ini entah dalam rangka apa, datang ke kafe fatahilah di kota tua sana. Lalu ia memesan makanan. Saat gambar menayangkan interior si restoran, narasinya, "hmm saya pesan apa ya? Katanya disini jus mangganya enak. Sepertinya saya akan coba itu. Lalu, untuk makanannya, saya pesan nasi goreng."
Dan sampai tayangan itu selesai, tidak ada tuh informasi mengenai latar belakang si gedung, bagaimana sekilas sejarahnya hingga menjadi seperti sekarang. Apa kek gitu? Sesuatu yang informatif dan memperkaya wawasan penonton?!

Tayangan berupa gambar tim sedang menuruni tangga bambu, tegak lurus. Narasinya "kalau menuruni tangga ini, saya harus hati-hati agar tidak jatuh." Baiknya kan diisi informasi mengapa tim sampai harus menuruni tangga? Lebih informatif daripada hati-hati yang sudah diketahui anak tk.

Kedua, soal narator. Oke, kalau narator dan host adalah orang yang sama, komennya sama dengan yang pertama. Narasi tak berisi. Nah, ini soal narator yang pelakunya berbeda dengan si host. Kenapa sih, harus memakai kata ganti orang pertama? Malah jadi aneh, bukan? Kenapa tidak dibuat dengan kata ganti orang ketiga? Saya rasa akan lebih natural. Referensi: banyak, di bbc knowledge. Biasanya yang menggunakan pelaku narator berbeda dengan host adalah program acara dari Inggris.

Ketiga, soal persediaan gambar. Oh, don't get me start on this. Persediaan gambar yang tidak kaya dan malas. saya lihat acara tentang pergi ke pantai. Banyak batu besar di pantai itu. Gambar yang ditampilkan: pantai dengan batu-batu besar memenuhi 60% layar. Lalu tiba-tiba ada kepiting kecil lewat di batu itu. Gambar: tidak berubah. Zzzzz

Keempat, saya sampai pada kesimpulan, para pembawa acara di negeri ini terlalu jaga image atau ja-im. Tidak mau terlihat jelek di kamera, maunya terlihat tampil aja gitu. Meskipun acaranya santai, atau sepertinya pembawa acaranya sudah pakai kaos dan celana pendek. Tapi tetap saja, terlihat kaku dan ja-im. Sungguh. Ada satu program acara tentang tani, menggunakan pembawa acara seorang perempuan, yang sepanjang acara ekspresi mukanya sama: senyum sok manis. Begitu pun saat ia mengajukan pertanyaan, mukanya tetap sama. Dan yang bikin gemas, everything was so scripted, that she didn't elaborate or respond to the answers given. Jadi, perbincangan (topiknya menarik sebenarnya) jadi tidak informatif dan masih mengundang pertanyaan karena ia tidak mengembangkan pertanyaan dari jawaban.