Thursday, May 30, 2013

First encounter to yoga


Since I was a kid, I have been a sporty kinda person, doing every sports possible, my parents take a big part on this. This makes me always close to sport and what form my strength and power now.

Maybe that was one of the many reasons I got into a stiff stage or in yoga terms it is too muscular and I got my spinal and neck problems.

Apparently my neck bones were in reversed position..and my lowerback spine was too curvy inward that it was dangerous and already made me feel so much pain.

That was in my first encounter with my chiropractor that he suggested me to do some pilates. Pilates? I thought what the hell? All the slow motion thingy was just not me. But okay, I joined the class anyway. And oh my dear Lord...my body refused to take them all and hurt! But afterwards it felt great!

And so I continued to do pilates, and then tried yoga for alternatives. And it was not like I used to think about yoga. It was beautiful, relaxing, my mind was set into a good state, and sweats all over. And so I think...this is a damn good exercise! I have to continue this!

Now it's been a 1,5 or almost 2 years after...and I am already in love with yoga. And I continue my journey by taking a yoga teacher's training. The purpose of this training is not only to create new teachers...but for you to study basic principles of yoga and to do yoga properly. From this training, you can do a proper self training first and then you can share the benefits through yoga practice to people. That is the hope.

Muscular and Organic energy

In yoga..there is a basic principles of energy where energy is divided as muscular and organic energy.

In my point of view, muscular and organic energy are two components that adds physical experience to yoga practice.

Muscular is the strength, organic is the energy released from within, which released from the muscular strength provided prior doing the organic expansion.

I think at some point, it transcends our body to a level where your body and something inside you work together, simultaneously for one purpose.

I believe that my body provides me a firm strength to support me, it has always been like that.

And I know my limits to certain poses which I'm not able to do due to my flexibility and so. Yet I am capable to extend and feel my energy from within to outside. I am an imaginary person actually :p which I believe is one of the key to apply the organic energy into practice.

I think this makes me a 65 percent muscular and 35 percent organic.

Monday, January 23, 2012

Mabuk Menyetir untuk Tersadar

Well, we all heard the Tugu Tani tragedy, or Xenia Maut tragedy (although I don't exactly sure why the car got the blame). A person in my timeline wrote: Mobil depan saya Xenia nih, mudah2an yang nyetir gak lagi mabuk. --> ???

Here is the link of the story . Eight was killed and the driver is allegedly drunk while driving and currently got public condemnation in social networking sites and her pics are spread widely via blackberry messengers and of course, social networking sites. At this present moment I am writing this note, her account by @SiNengApril is already closed, but if you read all the mentions she got from people, OMG, its sadistic yet judging.

well, here is my opinion. Saya tahu, pelaku ini sangat salah karena telah menyetir saat mabuk, dan semakin salah dan berdosa ketika ia menabrak hingga menewaskan para korban. Saya pun mengecam perbuatannya. Tapiiiiiii, instead of judging, mencari kesalahan, memaki dan segalanya, --bahkan kalau search di social media, ada yang membawa-bawa berat badan, bentuk badan (WTF??)-- why dont we all, saya bilang, kita semua, mencari hikmah dari kejadian ini.

Menurut saya, seharusnya pihak otoritas melakukan kerjasama dengan para pemilik tempat hiburan di seantero Indonesia ini, untuk melakukan tindak pencegahan dalam berkendara saat mabuk. I tweeted this a day after the incident, and someone replied: "Menurut gue, harus berangkat dari kesadaran diri sendiri. Kalau mabuk ya jangan nyetir"

well, statement itu memang benar. Tapi kalau ditilik lagi: mabuk itu berarti tidak sadar diri, kan? Jujurlah bahwa saya, kita, Anda pernah mendengar dan atau menyaksikan manifestasi ajaib dari seseorang ketika mabuk. Ada yang menyanyi tanpa henti, ada yang jadi ngotot banget, ada yang emosi, ada yang jadi sedih, well, we never know! We never know what or how the alcohol (or any other drugs) would get you!

Maksud saya, tindak pencegahan ini bisa dilakukan dengan sebuah peraturan. Contohnya di Inggris, jika customer yang mabuk menyetir sendiri (tidak ada teman yang sadar untuk menyetir), maka pemilik tempat hiburan wajib menghubungi taksi untuk mengantar pulang. Batas alkohol di Inggris adalah 80mg/100ml darah atau 0,08% dalam termin US atau setara dengan 40 ml minuman beralkohol atau 125ml satu gelas anggur.

Bahkan, di Inggris ada jasa 24 jam seperti semacam taxi, yang akan mengantarkan orang yang mabuk dengan mobilnya sendiri sampai ke rumah. Nih kalau mau lihat salah satu penyedia jasa ini. So, people drink and drive safely to home.


Di Australia, drinking is legal, alcohol is legal drugs. Jadi sah-sah saja jika mau minum, ini bukan kejahatan (memang.) Yang diatur adalah berkendara saat mabuknya. Adalah pelanggaran hukum jika menyetir dalam keadaan mabuk, batas limitnya adalah 0,05% kandungan alkohol dalam darah. Selengkapnya tentang hukum DUI di Australia bisa lihat disini.

Di Korea Selatan, jika sudah pernah tertangkap menyetir saat mabuk 3 kali, maka SIMnya akan dicabut dan tidak diberikan lagi ijinnya selama 1 tahun. Nah bagaimana dengan di Indonesia? Sebaiknya kini memberlakukan suatu hukum demi keselamatan dan kepentingan semua orang. Razianya jangan di dalam tempat hiburannya, tapi di jalan pak.

Menurut saya, adalah hak dan kebebasan semua orang untuk minum alkohol kek, ganja kek, narkoba apa kek, apa kek, nenek kakek, apalah, terserah deh. It is at your own risk!! Itu nanti urusan lo dengan Tuhan lo, dengan kepercayaan lo, dengan hukum. Whatever, just do it responsibly. Dont drag others into it.

Tambahan: udah deh, jangan sebut XeniaMaut. yang salah yang nyetir bukan mobilnya deeh

Friday, January 13, 2012

THE Question that bothers

Pertanyaan. Ingin tahu? Penasaran? Mengusik? Kepo? Ikut campur? Perlu jawaban?
I think its obvious, why ask?
I think its not your business, its mine.
Whether you like it or not, want it or not, it is my decision.
Whether I like it or not, want it or not, it is my decision.
Decision had been made.
So don't bother questioning everything.
Save it.

Monday, September 19, 2011

pria gak pake rok mini kok

Jakarta ini memang keras. Setiap hari, setiap insan yang tinggal di dalam kota ini berjuang dengan segala dayanya untuk bertahan. Bertahan hidup? Tentu.
Namun bukan hanya 'bertahan hidup' yang diasosiasikan dengan bekerja untuk mendapatkan uang. Namun bertahan hidup dalam arti kata sebenarnya.

Belakangan di media marak pemberitaan mengenai kejahatan di angkot. beginilah, kalau belum ada kejadian, belum jadi kasus yang terblow up di media, belum akan dilakukan sesuatu. Padahal, sejak dulu kita semua juga sudah mengetahui bahwa naik kendaraan umum (apa saja) di Jakarta ini tidak aman, apalagi nyaman. Tak usah bicara soal nyaman lah, risiko terkena kejahatan yang tinggi ini sudah tak bisa kita sandingkan dengan nyaman. Boro-boro deh, kalau kata orang begitu.

Kasus yang saya bicarakan tadi, merenggut nyawa seorang mahasiswi yang baru saja selesai sidang skripsi, naik angkutan umum untuk bersua orangtua, namun malah diperkosa dan dibunuh. Setelah itu muncul lagi kasus pemerkosaan di angkutan umum. Sejak lama, saya dan teman-teman juga sudah mendengar, bahkan ada yang pernah mengalaminya, yah istilahnya mah ini rahasia umum, kalau di kendaraan umum ya begitu terjadinya. Pelecehan biasa hingga seksual, penodongan, pencurian, pencopetan. Sebut saja semua, pasti ada.

Sekarang, bagaimana mungkin orang-orang (yang masih mampu) akan beralih ke angkutan umum seperti yang diharapkan pemerintah, JIKA keamanan dan kenyamanan adalah prioritas akhir dalam peralihan ini? NO WAY! I wouldn't take a busway if I don't have to. Saya akan memilih nebeng mobil teman, naik mobil pribadi, pinjam mobil teman, atau taxi (berarti udah gak ada yang bisa ditebeng dan dipinjam haha).

Nah, sekarang isu baru muncul. Pemerintah malah meminta perempuan untuk tidak memakai rok mini or baju yang mengundang. OH MY GOD!!!!! Piciknya bukan main. Ini kan bukan tentang cara perempuan berpakaian, tapi cara ANDA menuntaskan masalah, mencegah dan menghentikan kejahatan. Ayo dong, dibikin sistem pencegahan. Ayo dong, dibikin screening KETAT untuk semua petugas kendaraan umum.

Tidak ada orang yang ingin mengundang kejahatan. Anak kecil pun tahu, bahwa kita harus hati-hati, harus waspada. Apalagi orang dewasa yang dengan sadar akan menggunakan angkutan umum, sudah tahu kalau kita harus hati-hati, waspada, menjaga diri. WE KNOW! WE DO!

tapi itu tidak menyelesaikan masalah pak. Semua orang waspada nih, tapi penjahatnya dimana-mana, ya sama aja dong. Lagipula pak, yang kena pelecehan dan kejahatan bukan hanya wanita, tapi pria juga. Padahal pria gak pake rok mini lho.

Ayo dong, TEGAS. ayo dong, dibuat sistemnya agar semua merasa aman dan nyaman.

Hidup di Jakarta ini memang setiap hari adalah perjuangan untuk bertahan hidup. Perjuangan mempertahankan kesabaran, kenyamanan, keamanan, harta, kehormatan, dan nyawa.

Monday, July 18, 2011

Belgium

Maneken pis. I don't exactly sure I write it right, but I believe that is. Haha. Well, anyway, this is my third time coming to Belgium. Its attraction is this statue of a peeing boy, and it is overwhelming in the town. As a major tourist site, it is not a surprise that every souvenir shops sell this statue in any kind of form.

Belgium is famous for the chocolate. Belgian chocolate known as one of the best chocolate in the world. And, as its signature trademark of the town, they combine the statue and chocolate, altogether.

It is very entertaining both in our eyes and in the stomach. The waffles we found, i think best I have ever had. And the options were many.
waffles, statue and chocolate. what a Belgium mix!



Tuesday, July 12, 2011

pindahan

Akhirnya setelah sekian lama tinggal di alamat http://nakedtyping.blogspot.com , hari ini saya resmi pindah ke alamat baru: http://andiniya.blogspot.com .
Alasannya? Karena tempat baru ini punya nama yang lebih bagus, yang lebih cocok dengan keseharian saya. lebih general. lebih mendunia. lebih hmmm lebih saya.

Plus, saya pun menambahkan satu situs blog baru, yang sebenarnya adalah hasil bersih-bersih dari blog saya yang lama dan juga update yang baru, dan juga ini adalah salah satu kegiatan yang semakin giat saya lakukan, semakin fokus saya lakukan. Jadi, ya sudah, di alamat ini: http://spatulaandfriends.blogspot.com Anda semua bisa melihat hasil karya saya di dapur.

It is not that I'm trying to be more domestic or stuff, but this is what I love to do, one I passionate about, so I believe I need to do something with it.

Selamat menempati rumah baru, andiniya.

Monday, June 27, 2011

menikah? apa yang berubah sih

menikah. banyak hal yang saya sadari berubah, tepat setelah menikah.

pertama, status. Status sebagai istri, sebagai suami. Status sebagai tuan, sebagai nyonya. Status dengan hadiah nama belakang yang sama bagi pria dan wanita. Status sebagai pasangan muda. Status sebagai keluarga baru yang baru saja pasang gigi satu untuk berjalan ke depan.

kedua, pola hidup. Pola hidup sebagai istri, pola hidup sebagai suami. Pola suami yang menjadi the breadwinner dalam keluarga, mengayomi dan lain lain. Pola istri yang melayani suami (hmm, sebenarnya saya kurang suka kata 'melayani' ini), pola istri yang jadi magnet kulkasnya suami. Dan sebenarnya berlaku sebaliknya.

Saya pun mengalami hal yang kurang lebih sama di awal pernikahan. Setelah melalui the honeymoon period yang gak selalu harus dengan pergi liburan, saya seperti mengalami terapi kejut. Meski waktu pacaran dulu, kita juga sudah terbiasa berangkat dan pulang bersama, tapi saat menikah, rasanya sungguh lain. Rasanya seperti membawa satu pak ransel yang keren bersama saya. Untuk keluar rumah misalnya, kalau dulu, saat saya sudah siap pergi, saya tinggal melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah dan masuk mobil. Tapi setelah menikah, saat saya sudah siap pergi, saya masih harus menunggunya siap untuk pergi (juga). Wah, padahal saya sudah siap sedari tadi. Demikian juga kalau mau kemana mana. Aih.

Ketiga, nanti dilanjutin lagi ya. Saya dipanggil.

saya, kita dan mereka

siapakah yang menciptakannya? mereka.
siapakah yang mencoba mengambil keuntungan darinya? mereka.
siapakah yang (mencoba) mengaturnya? mereka.
siapakah yang kemudian diuntungkan? mereka.
siapakah yang (merasa) paling berhak atas hal lain? mereka.

lalu...

siapakah yang terkena dampaknya? kita.
siapakah yang mencoba mendapatkan keuntungan darinya? kita.
siapakah yang merasa tidak berdaya? kita.
siapakah yang kemudian dirugikan? kita.

lalu...

bagaimana tindakanmu?

Friday, June 17, 2011

dari mana kukenal Indonesia?

Baru saja menyaksikan Andrew Zimmern's Bizarre World on TLC. Ia datang ke Sulawesi, untuk melihat Tana Toraja. Zimmern celebrates the life and death of Torajan in that show. Of course, he eats stuffs. Satu komentarnya yang lucu, saat disuguhi daging kerbau dan jeroannya, "The Torajans don't cook the buffalo long enough to make it tender, and judging by the taste, they don't rinse it long enough too." :)))

Lalu dia berkelana kesana kemari, diceritain ini berbagai kisah oleh pemandunya. Lalu membuatku terpikir. Belum lama, saya juga menyaksikan acara di BBC Knowledge, The Last Woman Standing, yang mengambil tempat di Kalimantan. Jadi ini kompetisi siapa wanita terkuat, dan mereka tinggal bersama penduduk lokal dan diberikan tantangan-tantangan yang sangat lokal. Mulai dari balap menunggang sapi, mengayuh rakit bambu di tengah laut, dan lainnya. Bahkan saya baru tahu di daerah itu (yang namanya sudah lupa lagi) mereka menggunakan rakit bambu untuk melaut. Berbahaya ya.

Lalu kemarin, masih di BBC Knowledge, saya menonton Expedition Borneo. Di sini, satu tim peneliti dari UK mencoba mencari bukti-bukti penguat untuk memastikan apakah Borneo ini dapat menjadi area konservasi. Terutama dengan makin hilangnya area hijau di sana, yang terganti dengan kebun sawit. Bagaimana ekosistem dan sebagainya. Meski pun mereka disiapkan tenda yang sederhana, yang hanya terbuat dari kayu dan berbentuk dipan-dipan, tapi mereka ada di tengah hutan. Bahkan mereka pun bilang, bahwa daerah ini jarang dilewati oleh penduduk setempat. Peralatan mereka saja, yang berton-ton beratnya, mulai dari peralatan mendaki, peralatan merekam, dan peralatan penelitian, harus dibawa dengan helikopter. Dan barang-barang itu kemudian diturunkan, helikopternya sih tidak bisa turun sama sekali.

It got me thinking, really. Saya melihat, menyaksikan Indonesia dari kacamata orang asing. Saya mendengar, mengetahui tentang apa yang terjadi di Indonesia dari mereka. Saya mengetahui, mengenal kebudayaan Indonesia dari mereka. Saya melihat dan berkunjung ke wilayah-wilayah di Indonesia, yang bahkan belum pernah sama sekali saya kunjungi dari mereka. 

Bayangkan! Dari mereka! Orang asing yang datang ke Indonesia, untuk peduli pada Indonesia, untuk mengenal Indonesia, untuk menikmati apa yang ada di Indonesia! Sedangkan saya sendiri belum pernah menjelajahi bahkan 50% dari keseluruhan wilayah Indonesia ini. Ini tamparan yang cukup membangunkan saya dan memberi satu konfirmasi. Betapa luasnya dan besarnya dan beragamnya Indonesia tercinta ini.

Ini memicuku untuk lebih menjelajah dan mengenal Indonesia. Memang, dari mereka, dari orang asing kita mendapatkan perspektif lain. Tapi kita perlu mendapat perspektif dari kita sendiri juga. Kita perlu memperkaya diri kita juga selain orang lain membantu kita menjadi lebih kaya.

Yuk, kita menjelajah Indonesia bersama.